Gibran Soroti Akses Pendidikan Anak Buruh Pelabuhan

Gibran Soroti Akses Pendidikan Anak Buruh Pelabuhan

Wali Kota Surakarta sekaligus calon wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, mendorong adanya alokasi khusus Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi anak buruh pelabuhan. Menurutnya, anak-anak dari keluarga pekerja pelabuhan harus mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih merata.

Baca juga : Wisata Budaya Indonesia 2025: Festival, Tradisi, dan Kearifan Lokal

Pentingnya KIP untuk Mendukung Kesetaraan Pendidikan

Gibran menekankan, KIP selama ini sudah membantu banyak siswa dari keluarga kurang mampu. Namun, kelompok buruh pelabuhan dinilai perlu mendapat perhatian lebih karena kondisi pekerjaan mereka yang tidak menentu. Dengan adanya alokasi khusus, diharapkan tidak ada anak buruh yang putus sekolah.

Baca juga : Wisata Kuliner Dunia 2025: Rasa Tradisi yang Mendunia

Buruh Pelabuhan Hadapi Tantangan Ekonomi

Pekerja pelabuhan kerap menghadapi penghasilan yang fluktuatif. Situasi ini membuat biaya pendidikan anak seringkali menjadi beban berat. Gibran menyebut, keberadaan KIP khusus akan sangat membantu dalam mengurangi kesenjangan akses pendidikan antara anak buruh dan anak dari kalangan lain.

Dorongan untuk Pemerintah dan Pemangku Kebijakan

Selain memberikan gagasan, Gibran juga mendorong pemerintah pusat serta pemangku kebijakan di sektor pendidikan untuk mempertimbangkan langkah konkret. Ia berharap program KIP dengan kuota khusus bisa segera direalisasikan, sehingga anak-anak buruh pelabuhan tidak tertinggal.

Baca juga : Rekomendasi Akhir Pekan: 6 Gunung Wisata dengan Fasilitas

Harapan akan Generasi Muda yang Lebih Berkualitas

Gibran menutup dengan menyatakan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa. Dengan memberikan peluang setara, khususnya kepada anak buruh pelabuhan, diharapkan mereka bisa tumbuh menjadi generasi muda yang lebih berkualitas dan mampu berkontribusi pada pembangunan Indonesia.